Mendakwahkan Tauhid, Menebarkan Sunnah

Jalan Dakwah

Alhamdulillah, wahai saudara-saudarku yang semoga Allah selalu merahmatimu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah menunjuki para hambanya dalam menyampaikan Dienul Islam dalam firman-firman-Nya sebagai petunjuk bagi kita dan menghapuskan segala bentuk penyimpangan dari jalan dakwah. Diantaranya Allah berfirman,

فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَى

“oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfa’at,” (Al-A’la : 9)

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan,

“Maksudnya, sampaikanlah peringatan pada saat peringatan itu mendatangkan manfaat. dari hal tersebut dapat kita ambil tata krama dalam menyebarkan ilmu, yaitu tidak boleh meletakkannya tidak pada tempatnya. Sebagaimana yang dikatakan Amirul Mukminin ‘Ali RodhiAllohu’anhu : “Tidaklah engkau menyampaikan suatu hadits kepada suatu kaum yang tidak dapat dicerna oleh akalnya melainkan hanya akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka.” Dan dia juga mengatakan : “Ajaklah orang-orang berbicara mengenai apa yang mereka ketahui, apakah kalian suka mendustakan Allah dan Rasul-Nya?”

Juga firman-Nya,

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.” (Al-Ghasyiya : 21)

لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

“Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,” (Al-Ghasyiya : 22)

إِلَّا مَن تَوَلَّى وَكَفَرَ

“tetapi orang yang berpaling dan kafir,” (Al-Ghasyiya : 23)

فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

“maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.” (Al-Ghasyiya : 24)

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

“Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,” (Al-Ghasyiya : 25)

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

“kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.” (Al-Ghasyiya : 26)

Mengenai ayat-ayat dari surat Al-Ghasyiya di atas, Al-Imam Ibnu Katsir Rohimahulloh menjelaskan,

“Maksudnya, berikanlah peringatan hai Muhammad, kepada manusia, mengenai apa yang engkau diutus dengannya kepada mereka.

وَإِن مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

“Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.” (Ar-Ra’d : 40)

Oleh karena itu, Dia berfirman,

لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

“Kamu bukanlah yang berkuasa atas mereka,”

Ibnu ‘Abbas, Mujahid, dan lain-lain mengatakan : “(Maknanya لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ `Dan kamu sekali-sekali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka,` yakni, kamu tidak bisa menciptakan keimanan di dalam hati mereka.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir, dia berkata : “Rasulullah bersabda :

`Aku diperintahkan untuk memerangi ummat manusia sehingga mereka mengucapkan,`Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah.` Jika mereka telah mengucapkannya, maka darah dan harta mereka telah terlindungi dariku, kecuali dengan alasan yang dibenarkan. Sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah `”

Setelah itu, Rasululloh membaca ayat :

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ .لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.”

Demikianlah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab al-Iimaan, at-Tirmidzi, dan an-Nasa-i di dalam kitab at-Tafsir yang terdapat di dalam Sunannya.

Hadits ini juga disebutkan di dalam ash-Shahihain dari riwayat Abu Hurairoh tanpa menyebutkan ayat di atas.

Dan firman Allah,

إِلَّا مَن تَوَلَّى وَكَفَرَ

“tetapi orang yang berpaling dan kafir,”

Maksudnya, berpaling dari amal perbuatan dengan seluruh sendinya dan kufur terhadap kebenaran dengan seluruh perbuatan dan lisannya. Oleh karena itu, Dia berfirman,

فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

“maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.”

Firman-Nya :

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

“Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,”

Yakni tempat kembali mereka.

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

“kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.”

Maksudnya, Kami yang akan menghisab amal perbuatan mereka dan memberikan balasan atas semuanya iu. Jika baik, maka akan diberi balasan yang baik, dan jika buruk, maka akan diberi balasan yang buruk pula.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Janganlah bersedih engkau wahai penyeru kebaikan, seandainya ucapanmu ditolak, atau masyarakat sama sekali tidak menerimamu, karena engkau telah menggugurkan kewajibanmu.

Namun ketahuilah, jika memang dalam dakwahmu itu benar-benar hanya mengharap wajah Allah , pasti akan ada hasilnya (membekas), meskipun mereka menolakmu secara terang-terangan di depanmu, mesti ada bekas di hati mereka.

Maka janganlah engkau bersedih wahai para da’i, seandainya dakwahmu tidak diterima masyarakat. Jika engkau telah menyampaikan apa yang wajib engkau sampaikan, berarti bebanmu telah terlepas, dan serahkanlah hisabnya kepada Allah .

Wallohu A’lam Bishshowab

Ref: http://manhajsalaf.topicboard.net/seputar-islam-f8/dakwah-bijak-di-kampus-t13.htm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: