Mendakwahkan Tauhid, Menebarkan Sunnah

Posts tagged ‘fatwa’

Donasi Jihad Syar’i di Yaman

1. Himbauan Syaikh Robi’ bin Hadi al Madkholi hafizhahullah

Sumber:http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124187%20)

—–Terjemahan—–

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, shalawat serta salam kepada Rasululah, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Telah sampai kepada kami berita pengepungan Syiah terhadap Dammaj. Demi Allah ini adalah permusuhan kepada Ahlussunnah.

Kami menghimbau kepada segenap kaum muslimin untuk mendoakan keselamatan atas saudara-saudara kita di Dammaj.

Berikut juga kami nukilkan fatwa Asy Syaikh Rabi’ bin Umair Hadi al-Madkhali sehubungan boikot Syiah terhadap Dammaj

Kepada seluruh Ahlus Sunnah untuk membantu saudara kita di Dammaj

Telah sampai kepada kami berita sedih apa yang dilakukan rofidhoh, musuh-musuh Islam dan musuh-musuh para sahabat (radiyallahu ‘anhum) seperti memboikot dan memperlakukan saudara kami salafi di Dammaj dan sunni salafi di Markiz tersebut untuk memboikot dan permusuhan terhadap Islam dan pemeluknya (kaum muslimin)

Kami mengharapkan saudara-saudara kami di Dammaj untuk tetap berpegang teguh dengan sunnah dan memiliki kesabaran dan mencari bantuan dari sisi Allah dalam melawan pemberontakan ini dan permusuhan dari kaum rafidhoh

Kepada saudara-saudara kami Ahlussunnah untuk berdiri melawan pelanggaran (kelaliman,ed) ini dan untuk bersatu dalam membersihkan kotoran dari rafidhoh di Yaman dan lainnya -jika mereka mampu melakukannya-

Alloh Subhanahu wa Ta’ala Berkata:

“… Sesungguhnya Allah Maha Benar-Benar Kuat lagi Maha Perkasa” (Al-Hajj: 40)

Dia Alloh Subhanahu wa ta’ala juga mengatakan: “ Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir , atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa. (Ali Imran126-127)

Memang konflik antara Ahlu Sunnah dan rofidhoh sebagaimana konflik Islam dan orang kufur (kafir) sehingga Ahlus Sunnah dimana pun mereka berada di Yaman dan lainnya, maka bangkit untuk membantu saudara-saudara mereka dengan jiwa dan harta untuk mematahkan punggung rafidhah dan semua musuh Islam di mana pun mereka berada.

Sesungguhnya Robb-ku Maha Mendengar Do’a.

Ditulis oleh Rabi’ bin Umair Hadi al-Madkhali

4 Dzulhijjah 1432H

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124187 )

2. Himbauan Syaikh ‘Ubaid Al-Jaabiri hafizhahullah

Kali ini giliran Syaikh ‘Ubaid Al-Jaabiri hafizhahullah menyampaikan nasehat serta motivasi kepada Ahlussunnah di Dammaj dan Yaman pada umumnya, terkait blokade Rawafidh.

Nasehat yang beliau sampaikan di sini dalam rangka menegaskan seruan yang disampaikan oleh Syaikh Rabii’ bin Haadi Al-Madkhali hafidzhahullah. Namun beliau memberikan sedikit tambahan tentang keadaan sekte Rafidhah dan sejarah hidup mereka yang kelam. Demikian pula kejelekan perangai serta tipu daya mereka terhadap umat Islam. Berikut transkrip dan terjemahannya [1]:

[01:41] Merupakan perkara yang sangat jelas dari kaum Rafidhah, bahwa mereka tidak akan pernah ridha (senang) terhadap sesuatupun selain dengan menghalalkan darah Ahlussunnah untuk ditumpahkan, menghalalkan harta mereka untuk dirampas dan menghalalkan kehormatan mereka untuk dijatuhkan. Meskipun seandainya para pemimpin dari negeri-negeri kaum muslimin turun dari kekuasaannya serta menyerahkannya kepada Rafidhah, maka sungguh mereka tidak akan pernah puas. Karena yang demikian itu tidak akan membuat mereka senang……..[02:11]

[04:32] Maka permusuhan mereka bukanlah baru muncul sekarang ini, hari ini, tahun ini atau bahkan generasi kita ini. Akan tetapi permusuhan mereka sudah berakar semenjak keberadaan Ibnu Saba’ [2], seorang Yahudi dari negeri Yaman yang pura-pura masuk Islam untuk membuat makar terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Percayalah kalian bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa, dan Allah bersama orang-orang yang menolong agama-Nya serta berjihad untuk meninggikan kalimat-Nya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul. (Yaitu) mereka itu pasti akan mendapatkan pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.” Allah ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari bangkitnya saksi-saksi (hari kiamat).” [05:48]

——————————-

Footnote:

1. File audio dapat di unduh di http://alyamaany.com…oad.php?id=1450

2. Abdullah bin Saba’ Al-Yahuudi Al-Yamani adalah seorang provokator yang menebarkan isu di kalangan muslimin tentang kejelekan amirul mu’minin ‘Utsmaan bin ‘Affaan hingga berujung pada pembunuhan. Dialah yang mencetuskan bid’ah demonstrasi pertama kali di kalangan kaum muslimin untuk menggulingkan ‘Utsmaan. Abdullah bin Saba’ juga memiliki keyakinan-keyakinan ekstrim terhadap ‘Ali bin Abi Thaalib, bahkan sampai menganggapnya sebagai Tuhan [lihat Taarikh Ad-Dimasyqi]. Kendati demikian tokoh ini diklaim fiktif oleh sebagian Syi’ah masa kini, padahal kenyataan sejarah-lah yang seharusnya dijadikan acuan. [-pent]

3. Himbauan Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholi hafizhahullah

Masih terkait blokade di Dammaj, berikut ini adalah rekaman audio kajian Syaikh Muhammad bin Haadi Al-Madkhali hafidzhahullah yang bertempat di masjid Bani Salamah kota Madinah, dan kami unduh dari http://www.reeem.info/upload/download.php?id=965.

Alhamdulillah dalam sesi tanya jawab ini beliau menasehatkan sebagaimana nasehat yang disampaikan oleh Syaikh Rabii’ bin Haadi Al-Madkhali hafidzhahullah di Makkah. Hanya saja ada beberapa point yang perlu kita camkan bersama dalam nasehat beliau di menit [04:01] dan seterusnya. Berhubung hal tersebut sangat penting untuk dimengerti segenap pihak, khususnya berkaitan dengan adab dan sikap para ulama ahli hadits dalam berselisih pendapat. Berikut transkrip dan terjemahannya:

“…Dan menjadi kewajiban atas saudara-saudara kita Ahlussunnah untuk menolong mereka yang berada di Dammaj. Maka kita katakan, inilah ketentuan agama, meskipun kita telah membantah Yahya Al-Hajuuri (ulama Ahli Hadits dari negeri Yaman, -pent) atau kita telah membantah si fulan, maka bantahan dan menjelaskan al-haq itu adalah satu bab, sedangkan menolong sunnah dan Ahlussunnah adalah bab yang lain.

Dengan demikian wajib atas Ahlussunnah yang dekat dengan Dammaj, yakni yang paling dekat dan seterusnya, wajib untuk menolong saudara-saudara mereka di sana. Sehingga mereka berbaris dalam satu front bersama Ahlussunnah di Dammaj guna menolong mereka dan berperang bersama mereka dalam menghadapi orang-orang yang zalim dan orang-orang yang melampaui batas. Maka menjadi kewajiban atas Ahlussunnah untuk berjihad bersama mereka dalam menghadapi para pemberontak Rafidhah. Yakni yang paling dekat dengan Dammaj dan seterusnya.

Kendati demikian, jangan kemudian timbul prasangka bahwa walaupun kami telah membantah Yahya Al-Hajuuri di Dammaj, lantas kami akan mengorbankan sunnah? -ma’aadzallaah- kami berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

Mereka Ahlussunnah adalah saudara-saudara kita, karib kerabat kita dan junjungan kita sepanjang zaman dimanapun mereka berada. Kita marah kepada mereka semata-mata karena ingin membela mereka, kita bahagia karena kegembiraan mereka, dan kita bersedih karena kesedihan mereka pula. Maka wajib atas Ahlussunnah di Yaman pada umumnya untuk menolong mereka dan bangkit bersama mereka guna menghadapi orang-orang Rafidhah Al-Huutsiyyin yang tengah memberontak, dan bahkan mereka menyangka mampu menghinakan Ahlussunnah….” [05:19]

 

3. Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad

Ustadz Abu Hudzaifah hafidzahullah berkata :

Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (thalib asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) thd Syaikhuna Al Abbad:

قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاء الموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجده عن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن شيخنا متتبع لأخبارهم منذ فرض عليهم الحصار

Saya bertanya kepada syaikhuna Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah- pada hari Selasa siang, tgl 4/1/1433 H di mesjid beliau; tentang jihad di Dammaj dan apa yang antum nasehatkan supaya kami dan warga Yaman lakukan, mengingat engkau -wahai Syaikh- selalu mengikuti berita mereka sejak pengepungan dimulai?

فأجاب شيخنا متألما: لا شك أن ما يحصل في دماج من قتال هو جهاد في سبيل الله فمن استطاع من أهل اليمن أن يقاتلهم فليفعل لكن لابد من استئذان الأبوين وأنا أقول مناوشة الرافضة من جوانب متعددة هو الأولى، لأن الوصول لدماج والقتال معهم صعب لأنهم محاصرون من كل جانب

Maka Syaikh menjawab dengan nada sedih: Tidak diragukan bahwa perang yang terjadi di Dammaj adalah JIHAD FI SABILILLAH. Siapa pun dari warga Yaman yang bisa memerangi mereka, hendaklah turut serta, namun harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya. Menurutku, menyerang kaum rafidhah dari banyak sisi lebih diutamakan, mengingat sulitnya untuk masuk ke Dammaj dan sulitnya berperang bersama mereka  (ikhwan kita -pent), karena mereka dikepung dari seluruh penjuru.

ختم الشيخ بقوله الله يدمر الرافضة الله يدمرهم

Syaikh lantas menutup jawabannya dengan mengatakan: Semoga Allah menghancurkan kaum Rafidhah… semoga Allah menghancurkan mereka !

—————————————–

Keterangan:

Jawaban Syaikh di atas menunjukkan bahwa jihad bagi selain warga Dammaj sifatnya fardhu kifayah dan statusnya sebagai jihad thalabi (offensif), karenanya beliau mensyaratkan harus izin orang tua terlebih dahulu, dan mensyaratkan bagi ‘yg mampu melakukannya’. Adapun izin pemerintah/waliyyul amri maka tidak perlu dipertanyakan sebab pemerintah Yaman sendiri telah berulang kali terlibat perang dengan kaum Syi’ah Hutsiyiin selama tujuh tahun belakangan… sehingga izin mereka secara implisit (dhimni) telah terwujud sejak dahulu.

4. Fatwa Syaikh Sholih Al-Fauzan

PenanyaApa nasehat antum bagi ikhwan kita Ahlussunnah di Yaman yang diperangi oleh Hutsiyin?

Jawab Syaikh: Hendaknya mereka bersandar kepada Allah -‘azza wa jalla-, banyak berdoa, serta membela diri, keluarga, dan harta mereka semampunya.

Na’am… apa yang menimpa orang-orang Yaman ini tidak lain disebabkan karena mereka saling berpecah dan berpangku tangan. Andai mereka berkumpul dalam satu bendera, niscaya tidak ada satu pihak pun yang bisa mengganggu mereka. Namun saat mereka berpecah, barulah musuh-musuh mereka terdorong menguasai mereka. Setiap pihak yang punya ambisi akan mewujudkan ambisinya terhadap mereka.

Kuwasiatkan kepada mereka agar menempuh sebab-sebab, yang diantaranya ialah bersatu dan tidak berpecah. (Allah berfirman):

ولا تفرقوا فتفشلوا وتذهب ريحكم واصبروا… ولا تكونوا كالذين تفرقوا واختلفوا

Janganlah kalian berpecah sehingga kalian kalah dan kehilangan kekuatan, namun bersabarlah… (dlm ayat lainnya): Janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah dan berselisih itu…

Jadi, mereka wajib bersatu. Adanya hizbiyyah dan perpecahan ini justru merugikan kaum muslimin. Mereka wajib bersatu menjadi satu jama’ah yang berlandaskan Al Kitab dan Sunnah, dan bersama-sama menghadapi musuh mereka. Inilah sifat kaum muslimin… na’am.

fatwa ini direkam saat beliau mensyarah kitab Mukhtashar Zaadul Ma’aad tanggal 2 Muharram lalu.

Sumber: http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=10478

ref: http://darus-sunnah.blogspot.comhttp://basweidan.wordpress.com

KEPADA KAUM MUSLIMIN YANG HENDAK MENYALURKAN DONASI UNTUK JIHAD DI YAMAN, DAPAT DIKIRIM KE:

BNI Syari’ah, No. Rekening 0105338917  an. Syarif Mustaqim QQ LBIA (konfirmasi di 0856 4326 6668)

BRI no. Rekening 3046 – 01 – 034338 an. Moch. Haekal Awla (konfirmasi di 0812 562 99020)

 

Bagi yang telah menyalurkan donasi mohon mengirimkan sms konfirmasi dengan format:

peduliyaman [spasi] nama [spasi] alamat [spasi] jumlah donasi [spasi] tanggal donasi

Iklan

Awan Tag